Rabu, 13 April 2016

FOTO JADUL

Foto Jadul... Berbingkai kenangan 
Foto Jadul... alias foto jaman dulu... entah berapa sering saya di foto waktu kecil... tapi banyak yang hilang entah kemana... tapi kemarin.. saya lagi sibuk persiapin reuni SMA... lagi nyari-nyari buku jaman SMA, yang kalo gak salah inget... ada beberapa foto jadul jaman SMA di buku itu... sekitar taun 2003-2004, hasilnya... GAK KETEMU... 

Saya sedih? nggak... bukan sedih yang saya dapat... atau kesel karena gak ketemu... tapi sebaliknya... perasaan senang bercampur rasa syukur.. alhamdulilah... kapanggih oge iyeu foto urang.... itu yang saya ucapkan pertama kali.. maklum.. album foto yang entah kapan di buatnya... ketemu... di antara tumpukan buku-buku komik usang dan beberapa buku pelajaran agama... 

Gak banyak sih isinya... paling beberapa lembar foto... tapi tetap saja saya girang bukan maen... foto ibu dan bapak saya masih muda, foto saya masih seumuran ichi sekarang (anak saya yang pertama...berumur 3 tahun) foto adik saya si kembar... banyak dah... saya simpan di sini aja... biar kalo aslinya rusak... setidaknya... kita titip ama server mbah google... 

Di tangga masjid Nurul Inayah
Pelataran Masjid jami Nurul Inayah... tempat dimana anak-anak pada maen Ucing-ucingan, Ucing babet, Boy-boyan sampe maen Badminton... jaman dulu mah... anak-anak bebas maen di sekitar masjid... asal jangan ngerusak... selepas ashar.. menjelang maghrib... anak-anak berkumpul dan bermain di sana... Foto diatas, diambil di bagian belakang masjid, saya jadi yang paling ganteng... yang pegang kucing kuning.. si Kamper namanya...  di sebelah saya adalah sepupu saya Rahmah, yang berderet bertiga mulai dari yang terbesar : Teh Ilah, Emar dan yang paling kecil.. Masliani.. (imas kuntring heheh)


Sepupu dan adik kembarku
Foto ini di ambil di dalam rumah Almarhum Mak Kokom... 2 anak paling besar itu sama dengan foto sebelumnya, yang anak kecil paling kiri (baju merah) dan anak kecil paling kanan (baju putih) itu adalah adik kembar saya (Yuliana dan yuliani), kalo yang di tengah itu adalah mpok atun heheh Fitri namanya...

Home Sweet Home : Rumah Abah....
Foto ini diambil di rumah Abah... rumah dimana seluruh keluarga berkumpul... banyak yah sodara saya? alhamdulilah... rasa kekeluargaan kami sangat kuat.. hingga sekarang... dan semoga selamanya...

Pernikahan Bibi
Foto siapa tuh? hahahah, ini foto saat pernikahan bibi saya, yang kecil dan garuk-garuk itu saya... yang gendong tentu saja ibu saya... kalo pria yang di belakang dgn kemeja hitam, itu bapak saya... yang ngintip di belakang, itu penampakan... kang Karim/Jharot hahahah

Ibuku dan adik perempuanku
Kalo liat foto ini... dulu.. saya hanya tertawa, sekarang saya tersenyum penuh haru... betapa besar kasih sayang seorang ibu.. saya selalu nangis kalo liat foto ini.. (lagi nulis aja saya ceurik...) itu adalah foto ibu dan kedua adik kembar saya... semoga selalu sehat emah....

di pondok gede
Ini foto diambil di daerah pondok gede, kalo gak salah... pas nganter abah dan emak berangkat ibadah Haji... saya gak ada disitu... beda rombongan....

Pelataran masjid
Foto ini diambil sekitar pelataran mesjid... samping kiri mesjid... berderet dari kiri : Saya, Rahmah dan Teh Ilah..... saya culun bener euy..

Pernikahan Bibi
foto ini diambil saat pernikahan bibi saya, yang di tengah kalo gak salah adalah kakak nya abah (ema Hj. Junah), yang pake peci.. itu uwak saya... embah emis.. dan anak kecil yang duduk di bawaha kalo gak salah kang Jaenal dan jang Gunawan..


Foto-foto diatas memang masih sederhana... dengan tampilan apa adanya.. latar belakang tempat yang asli Indonesia... I love My family...
Continue reading FOTO JADUL

Rabu, 06 April 2016

,

COSMETIC PAGE LAYOUT

Page Layout Cosmetic atau bahasa gampangya tata letak halaman kosemetik, adalah salah satu jenis pekerjaan yang yang paling saya sukai... karena full imagination... kita bisa menghayal dan berkreasi.. sebebas-bebasnya... kalaupun ada guide baik itu dari management, klien atau pun dari fashion/layout kordinator, itu biasanya hanya tone dan nuansa nya... tidak harus sama persis atau istilah gaulnya Copy Paste..

Cara menampilkan Produk-produk kosmetik sendiri ada beberapa cara, mulai berdasarkan sub kategori, misalkan perlengkapan Makeup, Parfum, Body care dan sebagainya, ataupun berdasarkan Label atau Brand yang di usungnya. Cara menampilkannya pun beragam, bisa satu kategori per halaman atau satu kategori per dua halaman(Spread).
Berikut ini beberapa hasil kerja untuk kategori Layout kosmestik..







linkgambar1
  
Continue reading COSMETIC PAGE LAYOUT

Rabu, 02 Maret 2016

,

SHOES LAYOUT PAGE (Part 1)

Assalamualaikum wr wb.
Kali ini saya akan mencoba memaparkan tentang bagaimana menampilkan produk sepatu,khususnya sepatu Pria. selamat membaca, semoga bermanfaat.


MEN SHOES

Jika ada yang punya opini, cowok gak perlu fashion...
its wrong... salah!
Pria, atau anak sekarang bilangnya cowok... itu selalu punya fashion dan style tersendiri...
dari zaman ke zaman... hanya saja tidak seperti zaman sekarang... yang gaya kesehariannya benar-benar ikut trend fashion... zaman dulu, hanya  sekedar kategori Formal, atau casual...

Salah satu unsur dari fashion, adalah sepatu... wanita... ah jangan di tanya... sudah pasti banyak model, gaya dan pernik-pernik nya.
Bagaimana dengan kau adam, pria... tentu saja, mereka juga punya gaya sendiri.
perusahaan-perusahaan yang bergerak dan hidup dari dunia fashion, tak pernah memandang sebelah mata kategori ini. Yap. kateori sepatu pria selalu punya ruang sendiri untuk di ekspose, di mark up, atau sekedar... jualan.

Sepatu pria memang biasanya lebih simple untuk model dan warnanya, tapi bukan berarti di perlakukan biasa saja. Setiap edisi katalog, majalah fashion pasti mempunyai jagoan dalam kategori sepatu pria, dan selayaknya jagoan, harus di display dan di layout se-keren dan se-elegan mungkin, bahkan jika perlu sedikit digital imaging di perlukan untuk membuat si model terlihat macho.
Berikut ini saya punya beberapa hasil Layout halaman katalog kategori Sepatu Pria...

SEPATU FORMAL
HITAM, warna yang banyak orang mengkategorikan netral, karena masuk ke segala warna atasan, katanya... Tapi memang gak salah juga, hampir semua pria punya sepatu berwarna dasar hitam, karena memang dalam acara-acara Formal, warna hitam bisa memberi kesan yang mewah, dewasa, simple, dan... maskulin...
Untuk memberikan kesan-kesan itu, para fashion koordinator, atau para layouter fashion, biasanya memberikan nuansa hitam dalam unsur grafisnya.
Saat pengambilan foto pun, baik Foto Produk maupun  Foto digunakan oleh model, unsur warna hitam di usahakan masuk. 

Properti foto : Kardus, Lantai, Background Semuanya bernuansa Hitam
Pakaian Penunjang : Jas hitam, Celana Bahan Hitam, Kaos Kaki warna gelap, utamakan warna hitam
































SEPATU SEMI FORMAL
Warna hitam masih mendominasi, hanya saja sudah tidak total hitam, biasanya ada kombinasi warna lain dalam body sepatu, baik itu warna Brown, Dark Brown, Creme dan warna-warna lainnya. warna kedua (kombinasi) yang paling banyak digunakan adalah "Warna dasar Coklat", baik itu warna yang sudah di tulis diatas, maupun kombinasi yang agak terang.
Dalam hal penyajian halaman, dan juga saat persiapan penyajian, dalam hal ini saat Foto Produk, biasanya background yang digunakan pun senada dengan warna body sepatu, warna kayu, ranting pohon, karung goni, atau tambang gadung (saya gak tau nama bekennya...) seperti yang terlihat di beberapa contoh di bawah ini:

Properti foto : Peti, lantai kayu, tambang, karung bernuansa Hitam
Pakaian Penunjang : Celana Jeans, kemeja,
 

SEPATU CASUAL
Warna hitam masih mendominasi, hanya saja sudah tidak total hitam, biasanya ada kombinasi warna lain dalam body sepatu, baik itu warna dasar, warna variasi tidak melulu hitam dan coklat, Creme, putih, Abu-abu... bisa masuk dan berpadu dalam sebuah sepatu. Model body, tali, variasi, sole, insole, bahan dasar, sangat variatif.

Dalam penyajian layout pun sangat variatif, tema layout, backgroud, typografi benar-benar bebas,penuh ekspresi. Pengalaman saya sendiri, memang terkadang, Gaya casual itu bisa di jadikan lahan untuk berekspresi dalam penyajian. Pun begitu dalam persiapan foto shoot, kategori model nya, padu padan busana nya, latar tempatnya, semua tidakada pakem yang mengikat.

Visual effect bisa saja hadir, baik hanya sebagai pemanis, ataupun melebur dalam Digital Imaging sebuah foto, efek Api, Air, terkadang bisa di hadirkan, untuk menampilkan kesan tertentu.

Properti foto : Batu, kayu, tambang, pasir pantai dll.
Pakaian Penunjang : Celana Jeans, Vest, kemeja panel, T-shirt





Postingan tentang Layout halaman mengenai produk sepatu pria, saya cukupkan sekian. Masih banyak hal yang bisa di gali sebenernya, hanya karena keterbatasan pengetahuan penulis, dan bingungnya cara menyampaikan suatu narasi, akhirnya hanya sedikit yang bisa saya tulis pada kali ini. Sampai bertemu di tulisan berikutnya, masih di tema Layout Page sepatu...
see u...
Terima kasih , Wassalamualaikum wr wb....
Continue reading SHOES LAYOUT PAGE (Part 1)

Sabtu, 07 Januari 2012

LEBAK PASAR




LEBAK PASAR... KAMPUNG SEJUTA KENANGAN

Kampung halaman saya ada di sunda, yah bener…. di Jawa Barat, tepatnya di kabupaten Cianjur, kabupaten yang terkenal akan beras Cianjur-nya yang bagus, juga terkenal dengan tauco dan manisannya. Kecamatannya adalah Pacet, gak tau kenapa namanya Pacet (sejenis binatang molusca penghisap darah, masih sodara ama lintah). tapi itu dulu saat 90an, sekarang bernama kecamatan Cipanas, itu terjadi setelah pemekaran daerah. Kampungku adalah Lebak pasar, termasuk wilayah desa Palasari. Bersebelahan dengan desa cimacan, yang terkenal dengan taman Cibodas, bahkan sekarang banyak tujuan wisata yang tidak jauh dari rumah. Kota bunga dengan little venice-nya, villa-villa, toko2 factory outlet dan restoran2, Saya akan bahas tempat-tempat wisata di sekitar kampung halaman saya di lain cerita.
Babakan Bilik - Lebak Pasar
Kembali tentang kampung saya, Lebak Pasar, sekitar 1960an akhir, disana masih banyak sawah2 padi, kakek dan nenek adalah penduduk asli kampung sini. Nama Lebak pasar sendiri menurut cerita Abah (salah satu panggilan kakek dalam basa sunda), berasal dari posisi kampung yang dekat pasar pada jaman penjajahan, posisi pasar yang lebih tinggi letaknya, menjadikan Daerah di bawahnya di sebut Lebakeun pasar (Lebak : tempat agak di bawah, sedangkan kebalikannya adalah Pasir, contoh ; Pasir kampung, Pasir awi) karena penyebutan lebakeun pasar, lama kelamaan lebih awam di panggil Lebak Pasar.
Babak Bilik - di belakang rumah


Pada awal tahun 1980an, keadaan kampung Mulai berubah, yang tadinya pesawahan, berangsur menjadi perkebunan. Mungkin karena letak geografis yang tidak memungkinkan, Daerah ku termasuk dataran tinggi, ada di antara lembah dan kaki gunung, sehingga air sungai atau air kali hanya lewat saja, tidak menggenang, sehingga lebih cocok menjadi perkebunan sayuran, yang tidak perlu air menggenang. Karena hal tersebut, hampir semua penduduk di lebak pasar menjadi petani sayuran. Menurut cerita ibu saya, keseharian abah adalah bertani sayur, dan setiap akhir pekan, abah pergi berdagang sayuran hasil kebun, beliau berdagang di Daerah puncak, tepatnya di pinggir jalan raya dekat telaga Warna, biasa di sebut Daerah Talaga.



Salah satu sepupu, dia mengurus kuda
Kehidupan keluarga besar ku amat sederhana, namun termasuk lumayan Pada masanya, Abah berjualan sayur di hari sabtu-minggu dan saat pakanci atua hari libur, di hari lainnya abah bertani di kebun. Anak-anak lelaki dari abah, semuanya mengikuti jejak beliau, berdagang dan bertani, walaupun ada beberapa yang ternak juga, domba, manila, ayam bahkan kuda. Komoditas utama kebun di kampong saya adalah sayuran. Caysim, Wortel, Pakcoy, Brokoli, Buncis, Bakung (bawang daun) dan banyak lagi… tergantung musimnya.

 
Keluarga besar ibu saya adalah keluarga yang sangat mementingkan agama, bagi kami, agama harus di tanamkan dari awal, sehingga di keluarga besarku, mengaji atau ngaos adalah hal wajib. Seorang anak boleh saja malas sekolah atau hanya tamat SD, tapi untuk mengaji, itu harus dan tidak bisa ditawar.


Mengaji, yah sepertinya berasal dari Kata kaji, di tambah imbuhan menjadi Mengkaji, tentu itu dalam bahasa Indonesia. Dalam basa sunda tentu saja berbeda, lebih sering di sebut ngaos, yang berarti membaca, mungkin karena lebih ke membaca Al-qur'an dan membaca kitab.saya sendiri Mulai ngaos saat umur 5 tahun, tapi baru sebatas membaca AlQuran, itu pun masih di kisaran huruf hijaiyah dan iqra.

ucup kecil bareng alm. abah dan alm. ema
Guru ngaji pertamaku adalah ema, yah beliau biasa kusebut begitu, karena ibu saya juga menyebutnya begitu, beliau adalah Almarhum nenekku tercinta. Setiap selesai shalat maghrib di mesjid, aku selalu ngaos di rumah nenekku, rumah ku juga, karena ibu saya masih tinggal dengan ema. Dengan penerangan menggunakan cempor atau lebih terang lagi dengan patromax, semua anak mengaji dengan semangat. Tak peduli remang-remang, semua sudah terbiasa. Memang pada tahun 90an awal, kampung saya belum mengalami "Listrik Masuk Desa". Akibatnya, lampu dengan minyak tanah menjadi primadona.  Sesekali abah juga mengajar ngaji, walaupun beliau lebih sering mengajar ngaji di rumah uwa (kakak ibu/ayah dalam bahasa sunda).

Cara ema mengajar, lugas dan disiplin, itulah gaya nya. Ema memang sedikit cerewet, terutama dalam mengaji, apalagi saya adalah satu-satunya, the one and only murid laki-laki... lho, kok bisa? Ya bisa lah, kan saya belum SD, Kalo sudah masuk sekolah, tempat ngaji juga pindah ke rumah uwa. Di sana memang tempat ngaji anak laki-laki, dari yang baru kelas satu SD, hingga yang gak sekolah, yang sudah tamat SMA, bahkan adapula yang sudah berkeluarga. Di kampung lebak pasar, aturan agama masih diterapkan dengan sangat baik, sehingga kampungnya terasa lebih agamis.

Sewaktu belum masuk SD, selain belajar, saya sangat suka menggambar, Gambar apa aja, Mulai dari binatang, mobil, pesawat, bahkan ninja. Saking suka menggambar, rumah nenek penuh dengan coretan, terutama dinding triplek dan bilik nya.
Dahulu, mayoritas rumah disana setengah permanen, pondasi dan dinding nya terbuat dari batu bata, tapi hanya sebatas pinggang, selebihnya adalah kolaborasi antara papan, triplek dan anyaman bambu yang disebut bilik, karena nama bilik itu, temapt keluarga saya tinggal, yang emang di tengah kebon dan rumahnya masih bilik, disebut Babakan bilik. Tapi sekarang hanya beberapa rumah yang masih seperti itu, bahkan rumah panggung ala sunda, tinggal dua yang masih berdiri tegak, satu rumah pak haji Hasan, orang paling kaya di kampung dan satu lagi rumah almarhum Abah dan ema.

Cerita tentang kampung dan keluarga saya tidak akan selesai disini, masih banyak cerita-cerita tentang Lebak Pasar, Babakan Bilik dan banyak lagi.

Terima kasih udah Mau baca cerita yang gak penting ini, yang mau nanya, kritik atau apa aja tulis di kolom komentar yah, saya mah bebas Orangnya, Hatur nuhun, wasalam.



Continue reading LEBAK PASAR